Indonesia belum merdeka

August 18, 2010 at 4:00 pm (Uncategorized)

happy independence day INDONESIA

credit by Bang Hijrah Saputra Yunus🙂 the expert one

Satu hal yang perlu dirubah menurut saya, PERSONAL CHANGE. Ya, perubahan dalam diri, perubahan individu masyarakat yang perlu diubah menjadi lebih baik tentunya. Karena perubahan besar tak terlepas dari perubahan kecil, perubahan dari dalam diri. Moral bangsa yang diambang kepunahan. Saya berharap INDONESIA dapat lebih memperjuangkan hak  rakyat kecil, mengingat tingkat  kesejahteraan bangsa ini masih dibawah kata “cukup” . Bukan rahasia lagi, INDONESIA  adalah Negara yang amat kaya, singkat saja,baik  kaya akan  culture and ethnic inheritance juga natural resources . Bangga? Ya, sangat bangga saat melihat keanekaragaman ini menjadi united and respect each other. Telah disinggung di post saya sebelumnya, Indonesia sangat mudah berbangga pada sesuatu hal, tanpa implementasi yang sustainable . jika kita ingin mempertahankan sesuatu yang kita banggakan  dan berharga , haruslah dibarengi dengan bijak dan berkepanjangan.

Sebagai mahasiswa dan rakyat biasa , saya hanya bisa melihat dari layar televisi. Semua dipenuhi dengan kasus kasus KKN yang dilakukan oleh para petinggi. Kritik? Sudah habis rasanya kalimat yang belum diperdengarkan. So, just wanna tell u a truth, sudahkah kita merdeka sebenar benarnya merdeka?

Well, answer it by your own J

Terakhir, saya berharap Indonesia bisa lebih maju baik dibidang teknologi, sosial , ekonomi, kekayaan intelektual , dan kekayaan hati J . Amin

Permalink Leave a Comment

OBAMA, president of allcountries

April 16, 2010 at 1:50 pm (Uncategorized) (, )

Obama, presiden amerika serikat

Obama datang ke Indonesia? Itulah yang menjadi headline Koran nasional beberapa minggu terakhir

Tidak dapat dipungkiri lagi, Obama merupakan salah satu figur dunia saat ini. Bukan hanya  sejarah yang ia torehkan sebagai Presiden Amerika pertama yang berkulit hitam.  Tetapi  juga Obama merupakan sosok yang menarik dalam perpolitikan. Ia relatif baru dalam kancah politik, dari community organizer, state senator, terpilih menjadi senator AS, dan tiba-tiba mampu mengalahkan calon-calon presiden lainnya yang sangat senior. Serta pemikiran pemikiran lainnya yang terletak pada jalan ekonomi – politiknya, seperti memfokuskan masalah pada ketidakmerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Kedatangan Obama ke Indonesia dalam rangka peningkatan hubungan diplomatik Indonesia – Amerika seperti yang kita tahu, Mengakibatkan Pro dan Kontra. Perbedaan pendapat dan pandangan di dalam kehidupan bernegara adalah sesuatu yang wajar di negara demokrasi. Kedudukan Negara Amerika sebagai Negara Imperialisme no. 1 di dunia menimbulkan kontra  yang keras dari beberapa kelompok, melahirkan kembali pandangan negatif Negara Amerika serta yang paling baru adalah reaksi penolakan kepada Obama di berbagai daerah. Beberapa kelompok yang terekspos media masa seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jatim yang menolak keras kedatangan Obama dengan berunjuk rasa di depan Konjen AS dengan massa sebanyak 5 ribu orang. Sikap tersebut merupakan implementasi rasa solidaritas suatu kaum terhadap apa yang dialami kaumnya di negara lain. Bukanlah anti-demokrasi. Mungkin di mata sebagian elemen masyarakat Barrack Obama adalah simbol empowernment dan regenerasi sistem pemerintahan Amerika. Tapi, nyatanya tindakan tidak semudah omongan. Obama tentunya masih memegang kebijakan-kebijakan presidennya terdahulu. Masyarakat pun mendapat spekulasi bahwa kedatangan Obama akan membawa impact yang sama seperti pasca kedatangan G. W. Bush pada tahun 2006 silam. Beberapa elemen masyarakat terlihat menaikan hidungnya saat faktanya Obama sempat tinggal di Indonesia untuk beberapa tahun. Budaya ‘’bangga’’ bangsa ini janganlah terlalu ikut andil. Hingga suatu ketika jika timbul pandangan skeptis terhadap buruknya pemerintahan Obama, Pengaruh kebudayaan Indonesia pasti tidak ingin disalahkan atas apa yang menjadi komponen komponen di dalam dirinya. Karena sedikit banyak, budaya Indonesia mempengaruhinya. Perlukah kita bersimpati dan menyambut baik uluran tangannya ? well , depend on ourselves

Kita mungkin boleh tidak menyukai dengan sikap dan kebijakan yang di keluarkan oleh negara Paman Sam yang banyak menimbulkan kontra di seluruh dunia, terutama kepada kelompok tertentu yang saat ini sedang dan terus di buru yang menjadi perhatian khusus Amerika setelah peristiwa 11 September beberapa tahun yang lalu.  Tapi apakah hal itu sesuai dengan kebudayaan Indonesia? Haruskah kita menolak kedatangannya demi suatu hal yang dianggap tabu ? terlebih Karena sistem pemerintahan negaranya. Secara diplomatis, tamu negara harus disambut dengan welcome. Apalagi ini menyangkut hubungan diplomatik yang terdiri dari beberapa aspek, ekonomi, energi, lingkungan, kesehatan dan perdagangan. Hal ini bisa dimanfaatkan sebagai pembangunan dalam surutnya keadaan kita. Beberapa isu yang mengatakan bahwa kedatangan Amerika hanya untuk memastikan investnya di Indonesia berjalan lancer. Tidak masalah, selama kehadirannya ini bisa menjadikan hubungan bilateral antara kedua negara lebih baik dalam segala sektor untuk kemajuan kedua negara. Pada akhirnya, kita bisa berharap dengan kedatangan Obama ke Indonesia ini, akan membawa angin segar bagi perkembangan dunia usaha dan politik saat ini sehingga bisa membuat Indonesia kembali di perhitungkan sebagai negara berkembang di kawasan Asia tenggara ini. Time to Think

– ETH-

Permalink 2 Comments

Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa

April 11, 2010 at 3:03 am (Uncategorized) (, )


Pancasila adalah falsafah dan ideologi bangsa ini yang belum tergantikan hingga saat ini. Di dalamnya banyak nilai-nilai yang membentuk karakter dan budaya bangsa, Pancasila juga terlahir dari sejarah Indonesia yang panjang dan penuh perjuangan mencapai kemerdekaan. Bila pemerintah dan masyarakat ingin mengembalikan jati diri bangsa, Maka sebaiknya bangsa ini harus bisa mempurifikasi dan menghayati makna dari semua sila Pancasila, karena memang Pancasila adalah acuan kita dalam hidup berbangsa dan bernegara. Bila dikaitkan dengan kondisi yang ada saat ini, Pancasila sebagai falsafah negara merupakan rumusan nilai nilai idealism bangsa yang secara konseptual memberikan tuntunan politik bagi rakyat dan pemerintah tentang bagaimana menemukan pemecahan persoalan negara secara mandiri dan bermartabat, termasuk masalah keterpurukan ekonomi saat ini.

Dalam falsafah Pancasila, masayarakat Indonesia tidak hanya berjuang demi kemerdekaan wilayah semata, akan tetapi lebih dari itu kemerdekaan yang harus dicapai bangsa Indonesia adalah kemerdekaan diri. Yang dimaksud oleh kemerdekaan diri adalah kondisi ekonomi yang mbaik dan kemakmuran menyeluruh bagi semua rakyat Indonesia. Hal ini wajib dipenuhi untuk menjaga dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Maka bangsa ini bisa dikatakan bangsa yang Pancasilais bila semua masayarakat Indonesia dapat merasakan kemakmuran dan keamanan ekonomi di Negara ini. Pemerintah sangat bertanggung jawaba akan hal ini demi menjaga identitas bangsa dan upaya untuk mengembalikan jati diri bangsa.

Semua kebijakan ekonomi yang menyangkut dengan investor dan bantuan asing, haruslah dilandasi dengan asas-asas Pancasila, agar Negara ini tidak kehilangan kendali dalam dan tetap focus dalam upaya untuk mensejahterakan rakyat. Mengembalikan jati diri bangsa adalah hal yang berat, akan tetapi bila pemerintah memperhatikan kesejahteraan bangsa dan tetap berdiri di atas ideologi Pancasila maka bangsa ini akan mampu untuk mengembalikan jati diri bangsa ini.

Pancasila merupakan ”national identity” yang berperan mewadahi berbagai peredaan maupun konflik yang seringkali muncul dalam sub budaya nasional. Indonesia dan Pancasila adalah realitas historis dari hasil perjuangan rakyat yang melepaskan diri dari penjajahan dan penindasan, untuk hidup sebagai bangsa yang lebih bermartabat dan lebih sejahtera. Pancasila sebagai ideologi bangsa mempunyai makna fungsional sebagai penopang solidaritas nasional dan sekaligus sebagai sumber inspirasi pembangunan untuk mewujudkan keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Komitmen kita pada eksistensi Pancasila sebagai dasar Negara sudah final. Simbol pemersatu dan identitas nasional yang bisa diterima berbagai kalangan harus terus di jaga. Mengharuskan tidak ada pilihan lain, kecuali Pancasila mesti terus di suarakan, memulihkan nama baiknya. Dengan membumikan susbstansi dan nilai yang dikandungnya. Sebagai konsep dan nilai-nilai normatif, tentu jauh dari kekeliruan. Menghidupkan kembali wacana publik tentang Pancasila harus didasari suatu fakta riil akan pentingnya identitas national.

-ETH-

Permalink Leave a Comment

FREEDOM OF SPEECH

March 15, 2010 at 11:13 am (Uncategorized)

Just say what d you want to say .

Just give  critics  for reflection.

Just give Solutions for INDONESIA to be better again

Welcome to my blog.

Vania.

Permalink Leave a Comment